Petualangan di Wisata Goa Kidang Kencono

November 09, 2015
Goa kidang kencono termasuk salah satu goa yang muncul di jajaran perbukitan menoreh. Lokasi dan alamatnya berada di dusun Sabrang Kidul, desa Purwosari, kecamatan Girimulyo, kabupaten Kulon Progo, provinsi Yogyakarta. Goa kidang kencono adalah goa yang masih alami dan belum tersentuh perubahan. Deskripsinya, mulut goa sangat sempit dan curam dengan lebar kurang dari 1 meter atau sekitar 75 cm, dinding goa terbentuk dari tanah gamping dan terletak di area kebun milik warga dusun Sabrang Kidul.

Jalan menuju lokasi goa kidang kencono sudah dibangun setapak sehingga mempermudah pengunjung saat mendatangi lokasi, namun hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Di area goa belum tersedia tempat parkir sehingga kendaraan harus diparkir di jalan atau disekitar rumah penduduk. Jika pun seseorang ingin masuk ke area goa dengan berkendara sepeda motor, maka kendaraan harus parkir di atas tanggul, sebab posisi goa berada di bawah tanggul. Lokasi goa kidang kencono adalah sekitar 1 km tak jauh dari lokasi goa kiskenda.

Wisata Goa Kidang Kencono

Saat aku sedang asik mengambil gambar di area mulut goa kidang kencono, tiba-tiba konsentrasiku buyar karena terganggu oleh teriakan seorang pengunjung wanita. Setelah diteliti, ternyata gadis ini mengalami kesurupan dari jin penunggu goa kidang kencono. Beberapa orang sudah berusaha untuk menyadarkan nya namun gagal dan bahkan mengundang seorang dukun pun si gadis masih tetap dalam kondisi kesurupan.

Saat itu, aku belum tertarik untuk melakukan pengobatan karena aku belum yakin, apakah gadis ini benar-benar kesurupan atau hanya pura-pura. Namun, aku melihat sorot mata yang melotot dan memerah hingga akhirnya aku memberikan kesimpulan bahwa gadis ini mengalami kesurupan yang nyata. Kemudian, aku meminta air satu gelas pada salah satu warga Sabrang Kidul. Setelah kubaca ayat-ayat ruqiyyah, lalu aku suruh salah satu keluarga korban untuk meminumkan air ruqiyyah tersebut ke mulut gadis yang kesurupan.

Saat air ruqiyyah tersebut hendak diminumkan, tiba-tiba si gadis berteriak keras dan memberontak hingga ke dua tangan si gadis ditahan oleh 3 orang. Si gadis tidak mau minum dengan mulut yang terkunci, matanya menatapku sangat tajam seolah-olah hendak menyerangku. Segera aku perintahkan kepada orang untuk mengusapkan air ruqiyyah ke wajah si gadis. Hasilnya, si gadis menjadi lemas dan menangis.

Lalu, aku bertanya kepada salah satu keluarga korban, apakah gadis ini pernah main kuda lumping atau jenis permainan yang mengundang syaiton ? Mereka menggelengkan kepala, justru gadis ini sering mengaji agama. Kok bisa ? Jawabnya adalah sangat bisa sekali. Sebab, meskipun orang rajin mengaji namun dengan niat mencari pujian, maka jangan mengharapkan faedah dari mengaji meski dengan susah payah. Selain itu, mengaji agama harus dipraktekkan dalam kehidupan, bukan hanya sekedar membaca.

Pesanku pada keluarga korban agar senantiasa mempraktekkan tata cara ruqiyyah yang sudah kuajarkan pada suatu saat ketika gadis itu mengalami kesurupan lagi atau kambuh. Sebab, pengobatan dengan ruqiyyah tak bisa dilakukan dengan 1 kali proses jika korban dan keluarga nya masih miskin ilmu dan amal. Pengobatan akan lebih sulit lagi jika korban dan keluarga nya masih tergantung pada seorang dukun, sebab dukun adalah teman jin. Dukun akan menjadi mediator dan pemicu utama dari kekambuhan suatu penyakit kesurupan.

0 Comments